Siapa aktris Hollywood yang identik dengan peran2 kick-ass female? Mila Jovovich boleh bangga dengan 3 kali memerankan Alice, wanita pembasmi zombie di adaptasi game RESIDENT EVIL (jilid keempatnya akan menyusul September nanti). Uma Thurman juga sudah pernah membantai 88 orang sekaligus di klimaks KILL BILL Part 1 dan bahkan menghancurkan jantung David Carradine dengan sekali jurus di Part 2. Di televisi, Jennifer Garner bertahan 5 tahun memerankan agen mata-mata CIA yang menguasai bela diri Krav Maga, berbicara lebih dari 30 bahasa (termasuk Bahasa Indonesia lho..), dan berganti2 ratusan penampilan mengelilingi dunia. Tapi jawaban dari pertanyaan tadi hanya satu. Angelina Jolie. Bayangkan jika Lara Croft (TOMB RAIDER, TOMB RAIDER: THE CRADLE OF LIFE), Jane Smith (MR & MRS SMITH) atau Fox (WANTED) diperankan oleh aktris selain Jolie. Ugh...Kharisma tangguh Jolie bahkan terasa tanpa perlu berakting sama sekali. Cukup dengan meminjamkan suaranya sebagai Tigress di animasi KUNG FU PANDA.
Sekarang, Jolie kembali membuktikan bahwa gelar The sexiest Lips and eyes yang disematkan padanya tidaklah lantas membuatnya ragu melompat di atas kendaraan yang melaju atau menembakkan senjata, atau menghajar siapa saja yang menentangnya. Lewat peran Evelyn Salt dalam film terbarunya ini, Jolie bahkan berhasil lolos dari tahanan CIA, "membunuh" presiden Rusia, meledakkan markas rahasia mata2 Rusia sampai membobol White House hingga ke bunker perlindungan presiden 8 tingkat di bawah tanah dalam rangka membersihkan namanya dari tuduhan sebagai mata2 rusia yang disisipkan ke CIA.
Lupakan soal jalan cerita. Sebagai film blockbuster musim panas yang memang ditujukan untuk menghibur, SALT tidak akan menghadirkan plot serumit INCEPTION. Meskipun penonton sempat dibawa bingung siapa Salt sebenarnya, di mana letak kesetiaannya, namun twistnya tidaklah sulit ditebak. Masalahnya, memang tidak banyak variasi yang bisa ditawarkan film-film action-thriller on the run seperti ini. Kita akan diperkenalkan pada tokoh utama yang simpatik, yang harus meninggalkan seluruh kenyamanan hidupnya untuk membersihkan namanya sambil berupaya melindungi orang-orang terdekatnya. Lalu sebagai twist menjelang ending diketahui bahwa ternyata yang berada di balik semuanya adalah orang yang paling tidak terpikirkan. Pola ini pun diterapkan di SALT.
Namun lubang menganga yang ada di skenario akan dapat terabaikan berkat kegemilangan bintang Jolie. Sejak awal film ini memang seolah hanya menjual nama Jolie seorang. Lihat saja teaser posternya yang tidak menampilkan hal lain selain wajah Jolie yang di-close up dengan tagline "Who Is Salt". Awalnya naskah SALT ditulis untuk Tom Cruise dengan peran sebagai Edwin Salt, namun karena Cruise merasa karakter ini mengulang perannya sebagai mata-mata di franchise MISSION IMPOSSIBLE, peran ini lalu ditawarkan ke Jolie setelag ditulis ulang dengan mengganti jenis kelamin tokoh utamanya. Dan pilihan ini terbukti tidak salah. Adegan saat Salt harus menyaksikan orang terdekatnya ditembak mati tidak akan memberikan kedalaman yang sama jika ditampilkan oleh seorang pria. Namun Jolie benar-benar memukau. Di saat yang sama dia mampu menampilkan muka sedingin es sambil tetap memperlihatkan pada penonton penderitaan batin yang dialaminya. Belum lagi seluruh adegan laga yang dilakukan tanpa pemeran pengganti. Benar-benar hardcore badass chick!
Kamis, 29 Juli 2010
INCEPTION
I don't even know where to begin... Am I dreaming or am I actually writing this note?
Best Movie of 2010 so far, tapi melihat daftar film2 summer lain yang masih mengantri, sepertinya gelar ini memang sudah selayaknya disematkan saja ke INCEPTION.
Dalam pengalaman pertamanya menangani film fiksi ilmiah, Christopher Nolan mengajak Leonardo DiCaprio memerankan tokoh ......tidak penting menceritakan tentang apa sebenarnya film ini. Bahkan jika ending-nya dibocorkan, kau akan tetap harus menontonnya untuk mengetahui bagaimana ceritanya bisa sampai ke sana. Lalu mungkin membahasnya dengan teman2, mungkin sambil makan-minum ringan yang dingin2 untuk mengistirahatkan otak, lalu menontonnya lagi. Lalu merencanakan untuk menontonnya lagi. Dan lagi.
Inilah ilm yang jelas-jelas akan membuatmu kecewa jika hanya datang untuk menyaksikan bagaimana anak muda yang 12 tahun lalu berdiri di teralis depan kapal TITANIC sambil berteriak "I am the King Of The Woooooorld....!!!" melakukan aksi laga spionase. Lupakan Jack Dawson, sang pelukis miskin yang menaklukkan Rose Dewitt Buckateer. Meet Dom Cobb, the most skilled extractor, yang bisa mencuri rahasia terdalam dari alam bawah sadarmu, yang menerima tantangan melakukan the impossible: menanamkan ide seolah datang dari pikiranmu sendiri. INCEPTION.
Christopher Nolan, sutradara yang paling diakui di Hollywood setelah kesuksesannya membesut The Dark Knight dua tahun lalu semakin mengukuhkan predikatnya dengan film ini. Film yang rumit, kompleks dan penuh kejutan, namun yang mengagumkan lagi adalah Nolan berhasil membimbing kita memahami setiap lapis demi lapis demi lapis demi lapis demi lapis film ini tanpa membuat penonton merasa digurui sama sekali. Semua misteri yang ditampilkan trailernya, dari lanskap kota paris yang bergulung, kereta api melesat di tengah lalu lintas, Dom dan Ariadne yang duduk tenang berbicara di kafe selagi sekeliling mereka hancur berkeping2, adegan pertarungan di ruang tanpa gravitasi, diberikan penjelasan yang masuk akal. Sampai-sampai, alasan penggunaan Boeing 747 pun ikut dibeberkan. Sungguh keterlaluan rasanya jika setelah keluar dari teater kau masih bingung dengan 147 menit yang baru saja lewat.
Dengan suguhan visual yang begitu mengagumkan, apalagi dengan iringan music score yang sedemikian membahana dari Hans Zimmer, Inception menjadi film yang sangat menyita konsentrasi. Bahkan segmen drama yang ditampilkan untuk menggali karakter Cobb tidak menjadi membosankan lantaran sejak awal Nolan telah menanamkan pertanyaan yang tepat di benak penonton dan menjawabnya dengan sangat rapi.
Di tengah kemarau ide yang melanda Hollywood dengan suguhan film-film remake, reboot, adaptasi komik, novel, serial TV, games dll, Nolan berhasil menyuguhkan kesegaran yang memang alot, sulit dicerna, namun begitu tertelan sungguh mengenyangkan dan memabukkan.
Best Movie of 2010 so far, tapi melihat daftar film2 summer lain yang masih mengantri, sepertinya gelar ini memang sudah selayaknya disematkan saja ke INCEPTION.
Dalam pengalaman pertamanya menangani film fiksi ilmiah, Christopher Nolan mengajak Leonardo DiCaprio memerankan tokoh ......tidak penting menceritakan tentang apa sebenarnya film ini. Bahkan jika ending-nya dibocorkan, kau akan tetap harus menontonnya untuk mengetahui bagaimana ceritanya bisa sampai ke sana. Lalu mungkin membahasnya dengan teman2, mungkin sambil makan-minum ringan yang dingin2 untuk mengistirahatkan otak, lalu menontonnya lagi. Lalu merencanakan untuk menontonnya lagi. Dan lagi.
Inilah ilm yang jelas-jelas akan membuatmu kecewa jika hanya datang untuk menyaksikan bagaimana anak muda yang 12 tahun lalu berdiri di teralis depan kapal TITANIC sambil berteriak "I am the King Of The Woooooorld....!!!" melakukan aksi laga spionase. Lupakan Jack Dawson, sang pelukis miskin yang menaklukkan Rose Dewitt Buckateer. Meet Dom Cobb, the most skilled extractor, yang bisa mencuri rahasia terdalam dari alam bawah sadarmu, yang menerima tantangan melakukan the impossible: menanamkan ide seolah datang dari pikiranmu sendiri. INCEPTION.
Christopher Nolan, sutradara yang paling diakui di Hollywood setelah kesuksesannya membesut The Dark Knight dua tahun lalu semakin mengukuhkan predikatnya dengan film ini. Film yang rumit, kompleks dan penuh kejutan, namun yang mengagumkan lagi adalah Nolan berhasil membimbing kita memahami setiap lapis demi lapis demi lapis demi lapis demi lapis film ini tanpa membuat penonton merasa digurui sama sekali. Semua misteri yang ditampilkan trailernya, dari lanskap kota paris yang bergulung, kereta api melesat di tengah lalu lintas, Dom dan Ariadne yang duduk tenang berbicara di kafe selagi sekeliling mereka hancur berkeping2, adegan pertarungan di ruang tanpa gravitasi, diberikan penjelasan yang masuk akal. Sampai-sampai, alasan penggunaan Boeing 747 pun ikut dibeberkan. Sungguh keterlaluan rasanya jika setelah keluar dari teater kau masih bingung dengan 147 menit yang baru saja lewat.
Dengan suguhan visual yang begitu mengagumkan, apalagi dengan iringan music score yang sedemikian membahana dari Hans Zimmer, Inception menjadi film yang sangat menyita konsentrasi. Bahkan segmen drama yang ditampilkan untuk menggali karakter Cobb tidak menjadi membosankan lantaran sejak awal Nolan telah menanamkan pertanyaan yang tepat di benak penonton dan menjawabnya dengan sangat rapi.
Di tengah kemarau ide yang melanda Hollywood dengan suguhan film-film remake, reboot, adaptasi komik, novel, serial TV, games dll, Nolan berhasil menyuguhkan kesegaran yang memang alot, sulit dicerna, namun begitu tertelan sungguh mengenyangkan dan memabukkan.
Langganan:
Postingan (Atom)